Desain Tangga Perosotan yang Seru dan Aman untuk Anak-Anak

Posted on

Desain tangga perosotan bisa jadi inovasi menarik dalam dunia interior modern. Desain tangga ini menggabungkan fungsi dan elemen hiburan dalam satu konsep. Tak hanya berperan sebagai akses antar lantai, tangga perosotan juga menghadirkan pengalaman unik dan menyenangkan bagi anak-anak.

Baca juga: Penerapan Desain Tangga Rumah Bercabang untuk Konsep Klasik Modern

Desain Tangga Perosotan yang Seru dan Aman untuk Anak-Anak
Desain tangga perosotan disarankan menggunakan kayu jati atau merbau. Foto: Istimewa

Mengaplikasikan Desain Tangga Perosotan di Rumah

Ide tangga perosotan bisa dipertimbangkan untuk transportasi vertikal sekaligus memberikan kegembiraan ekstra bagi buah hati. Meskipun terdengar rumit, nyatanya ada beberapa contoh tangga minimalis dengan perosotan yang bisa dijadikan sebagai inspirasi. 

Ide Tangga Perosotan

Ketika mengaplikasikan tangga perosotan, penghuni tidak perlu bersusah payah memijakan kaki di anak tangga yang banyak. Penghuni cukup meluncur dari ketinggian perosotan untuk turun ke lantai bawah. 

Desain tangga tersebut bisa pula dijadikan arena bermain anak-anak di rumah. Supaya lebih aman, bagian tepi perosotan bisa dibuat dengan tepiah khusus agar tubuh tidak keluar jalur. 

Sementara itu, bagian pijakan anak tangga bisa juga ditambahkan dengan lampu LED. Ketika gelap, tangga akan terlihat menarik dengan sorotan cahaya dari lampu LED. 

Dalam praktiknya, pemilihan jenis finishing sangat krusial. Nah untuk tangga perosotan kayu, penggunaan polyurethane (PU) berkualitas tinggi sangat disarankan guna mendapatkan permukaan yang licin, namun tetap tahan gores. 

Hindari penggunaan cat dinding biasa pada area seluncur karena friksi kulit dapat menyebabkan ‘burn’ atau luka gesek pada anak. Selain itu, pastikan landing area memiliki jarak bebas minimal 1,5 hingga 2 meter dari ujung perosotan untuk memastikan keamanan saat anak mendarat.

Selain membuat perosotan, pemilik rumah juga bisa menggabungkan perosotan dengan anak tangga di sampingnya. Namun, penting untuk memperhatikan kemiringan anak tangga yang ideal dan aman.

Melansir dari PT Indosteger Jaya Perkasa, tingkat kemiringan anak tangga yang ideal berkisar antara 30°–45°. Jika sudut lebih dari 45°, maka tangga akan terlalu curam dan beresiko. Jika kurang dari 30°, tangga akan terlalu landai dan membutuhkan ruang besar. 

Perbandingan Tangga Perosotan dari Kayu vs Besi

Tangga perosotan dari kayu cenderung menampilkan kehangatan alami dengan kesan klasik yang timeless. Sementara tangga perosotan besi memberikan tampilan yang lebih modern dan minimalis. 

Melihat dari segi kenyamanan, tangga kayu lebih sederhana dan bisa disesuaikan dengan mudah. Tangga ini lebih nyaman secara akustik. Sementara tangga perosotan besi membutuhkan proses produksi yang lebih rumit. Tangga ini juga menghasilkan suara yang lebih keras dan dingin ketika digunakan. 

Khusus untuk tangga perosotan, kayu dengan serat padat seperti jati atau merbau lebih disarankan daripada kayu lunak. Hal ini lantaran material tersebut tidak mudah retak atau menimbulkan serpihan (splinters) yang membahayakan anak.

Baca juga: Solusi Cerdas Desain Tangga Kayu dengan Ruang Penyimpanan

Desain tangga perosotan memang terlihat unik dan berbeda. Desain tangga ini bisa diaplikasikan di kamar tidur anak. Supaya lebih aman, pemilik rumah bisa menambahkan bantal-bantal kecil di lantai, sehingga meminimalisir risiko cedera.