Pilihan Material Railing Tangga Geometris yang Estetik dan Kuat

Posted on

Material railing tangga geometris harus dipilih dengan tepat, sebab berpengaruh pada kekuatan struktur, keamanan dan keselarasan tampilan desain. Material tangga sendiri cukup beragam, bisa disesuaikan dengan konsep railing geometris yang digunakan. 

Baca juga: Desain Tangga Besi Siku, Alternatif Kokoh untuk Rumah Modern

Pilihan Material Railing Tangga Geometris yang Estetik dan Kuat
Material railing tangga geometris bisa mempengaruhi stabilitas struktur. Foto: Istimewa

Inspirasi Material Railing Tangga Geometris 

Desain tangga geometris menonjolkan sisi garis tegas, sudut proporsional dan pola berulang yang menciptakan harmoni visual. Bentuk railing tangga ini mencakup persegi panjang, segitiga, heksagonal hingga pola simetris. 

Material untuk Railing Geometris

Dalam pembuatan railing tangga geometris, material menjadi komponen penting untuk menentukan tampilan akhir. Berikut beberapa material yang paling umum digunakan dalam pembuatan railing geometris. 

  • Besi hollow atau plat baja: Cocok untuk pola geometris, sebab bisa dibentuk dengan presisi tinggi, kesan kokoh dan modern. Lewat finishing cat powder coating, railing dari besi bisa tampak halus, tahan karat dan awet. 
  • Stainless steel: Cocok untuk memberikan tampilan elegan dan minimalis. Material memberikan kilau modern dan tahan lama. Namun, biasanya harga di pasaran lebih mahal ketimbang besi biasa. 
  • Kaca dengan bingkai geometris: Kombinasi kaca tempered dengan frame geometris terkesan ringan, namun tetap kokoh. Idealnya, material ini cocok untuk desain tangga terbuka dengan ruang yang butuh banyak pencahayaan alami. 
  • Kayu dan logam: Perpaduan kayu dengan logam hitam geometris memberikan keseimbangan antara kehangatan dan modernitas pada hunian Japandi atau Skandinavia. 

Bersumber dari Djaya Cipta Pratama, railing tangga bukan soal desain, tapi juga keamanan. Desain ini tetap harus memprioritaskan keamanan pengguna. Misalnya, jarak antar bilang tangga tidak boleh terlalu renggang. Idealnya kurang dari 12 cm agar tidak membahayakan anak-anak. Sementara ketinggian railing minimal 90 cm untuk meminimalisir risiko terjatuh. Stabilitas struktur juga harus dipertimbangkan, terlebih jika menggunakan pola terbuka atau artistik. 

Perbandingan Railing Tangga Besi vs Stainless Steel

Railing tangga besi terkenal kokoh dan mampu menahan beban berat, sehingga jadi pilihan yang sangat aman. Namun, material rentan terhadap karat jika terpapar kelembapan, berlebih di area luar ruangan. Nah untuk mencegah karat, besi harus dicat atau dilapisi secara berkala yang menambah biaya perawatan tangga. 

Sementara itu, railing tangga stainless steel memiliki ketahanan yang jauh lebih baik terhadap karat dan korosi. Ketahanannya ini berasal dari kandungan kromium yang membentuk lapisan pelindung pasif untuk mencegah oksidasi. Hasilnya, material bisa tetap mengilap dan bebas karat. 

Baca juga: Desain Tangga Besi Model Zig Zag yang Elegan dan Kokoh

Biasanya, desainer profesional akan menggabungkan nilai estetika dan struktur material railing tangga geometris dengan sangat hati-hati. Hal ini memastikan tidak ada aspek keamanan yang dikorbankan demi tampilan tangga. Oleh sebab itu, pastikan pembuatan tangga sudah diserahkan pada ahli profesional di bidangnya.